Ngaben (Balinese Hindu Cremation Soul-Release Ceremony) Vidhi
Ngaben ā The most famous Balinese cremation ceremony. Celebration of atman (soul) release for reincarnation. Cremation tower (bade) and animal-shaped coffin (lembu). Not a mourning event but a celebration.
After family death ā date determined by pedanda (high priest)
Determined by pedanda based on dewasa ayu (auspicious day)
šŖ Sarana Puja (Bahan yang Diperlukan)
- Menara kremasi
- Peti jenazah berbentuk hewan
- Sesajen upacara lengkap
- Air suci
- Api pembakaran sakral
- Pembungkus jenazah
- Bunga segar dan kemenyan
š Tata Cara Puja ā Langkah-langkah
Langkah 1: Persiapan Ngaben
Keluarga bermusyawarah dengan pedanda untuk menentukan hari baik. Siapkan bade (menara kremasi) dan lembu (peti) sesuai kemampuan.
Langkah 2: Upacara Jenazah
Jenazah dimandikan dan dibungkus kain putih dengan upacara suci. Prosesi mengusung bade dari rumah ke kuburan dengan gamelan dan doa.
Langkah 3: Prosesi dan Kremasi
Putar bade tiga kali di perempatan jalan agar roh tidak kembali. Pindahkan jenazah ke lembu. Pedanda memimpin mantra terakhir.
Langkah 4: Pelepasan dan Nganyud
Nyalakan api suci ā keluarga berdoa agar atman mencapai moksha. Kumpulkan abu dan larung ke laut atau sungai (Nganyud).
šļø Mantra Utama
Om Swastyastu Sang Hyang Brahma Terimalah atman ini Lepaskan dari ikatan duniawi Berikan jalan menuju moksha Om Santih Santih Santih Om
ā Manfaat Puja
Releasing atman for reincarnation, honoring the deceased with grandeur, purifying family from death bonds, accelerating the journey toward moksha.